Volund Internal Request

Untracked requests become forgotten problems.

Gunakan form ini untuk mengajukan request internal Volund Group: bantuan, revisi, follow up, support cabang, kebutuhan team, koordinasi operasional, atau request yang belum memiliki form khusus. Request yang tidak tercatat akan mudah hilang di chat.

Request Details

Form request internal.

Isi request dengan lengkap. Request yang tidak jelas akan dikembalikan, ditunda, atau diminta revisi data.

Untuk sementara, request internal tersimpan di browser sebagai prototype. Setelah database aktif, request ini harus masuk ke dashboard agar bisa diberi status: new, assigned, in progress, waiting, done, rejected, atau archived.

Request Categories

Kategori request internal.

Kategori yang jelas membantu admin atau manager menentukan siapa PIC yang paling tepat dan seberapa cepat request harus diproses.

Technical

Technical support

Untuk coding, website, bug, file, asset, networking, atau bantuan teknis dari Studio.

Media

Content dan publikasi

Untuk caption, campaign, poster, pengumuman, revisi konten, dan kebutuhan komunikasi publik.

Charity

Program sosial

Untuk follow up donasi, data Volunteers, dokumentasi, program charity, dan kegiatan lapangan.

Florist

Order dan produk

Untuk support order, data customer, bahan produk, katalog, feedback, dan kebutuhan produksi Florist.

Request Workflow

Alur request setelah dikirim.

Request internal harus punya jalur. Kalau semua orang langsung meminta ke semua orang, organisasi akan terlihat sibuk tetapi tidak produktif.

01

Request masuk

Pemohon mengisi kebutuhan, target team, prioritas, deadline, dan output yang diharapkan.

Input
02

Screening admin / manager

Request dicek apakah cukup jelas, valid, dan masuk ke jalur team yang benar.

Review
03

Assign PIC

Request diberikan ke PIC atau team yang paling relevan untuk mengerjakan.

Assign
04

Execution

PIC mengerjakan request, memberi update jika ada kendala, dan menyelesaikan output.

Action
05

Done and archive

Request ditandai selesai, hasil dicek, lalu data masuk arsip internal.

Archive

Internal Request Policy

Ketentuan dasar request internal.

Request internal perlu dibatasi agar team tidak dipakai untuk hal yang tidak prioritas, tidak jelas, atau tidak berdampak pada Volund.

Clarity

Request harus jelas

Request yang tidak menjelaskan kebutuhan, output, dan deadline dapat dikembalikan.

Priority

Urgensi harus jujur

Jangan menandai urgent hanya karena ingin didahulukan.

Ownership

PIC harus ditentukan

Request tanpa PIC akan mudah menggantung dan tidak selesai.

Evidence

Tambahkan konteks

Screenshot, link file, atau referensi membantu team memahami request lebih cepat.

Scope

Jangan melebar tanpa batas

Request yang berubah terlalu besar harus dibuat sebagai request baru atau project baru.

Archive

Semua request menjadi arsip

Data request dipakai untuk melihat beban kerja, follow up, dan evaluasi team.

After Submit

Setelah request dikirim, tunggu screening dan assignment.

Request yang jelas akan lebih cepat ditugaskan. Request yang kabur akan dikembalikan karena membuang waktu team dan memperlambat eksekusi.